| Anak Cerdas, IQ Tinggi? |
| Wednesday, 06 August 2026 16:47 |
|
Anak Cerdas, IQ Tinggi? Benarkah anak cerdas selalu memiliki IQ tinggi? Jika benar, bagaimana dengan IQ anak yang dianggap bodoh lalu menjadi juara kelas setelah belajar keras? Sering sekali IQ dijadikan sebagai satu-satunya tolak ukur cerdas atau tidaknya seorang anak. Anak yang ber-IQ tinggi dianggap anak cerdas lagi pandai sementara anak ber-IQ rendah dianggap bodoh atau kurang pandai. Namun pada kenyataannya tidak selalu begitu. Ada sebuah kasus di SMA paling favorit di Yogyakarta tentang masalah IQ ini. Setelah melalui tes IQ atau IQ test seorang anak dinyatakan memiliki nilai IQ paling tinggi diantara satu angkatannya di SMA tersebut. Namun nyatanya, dia adalah anak yang paling belakang rengking di sekolahnya. Pertanyaannya, apakah IQ test-nya salah atau si anak yang memang kurang pandai namun jadi pandai pas IQ test? Sebelum menjawab pertanyaan itu, marilah kita selidiki terlebih dahulu apa itu IQ test. Tes IQ sebenarnya sudah dikenalkan pada 1911 oleh seorang psikolog Prancis bernama Alfred Binet. Awalnya tes ini untuk menyeleksi mereka yang ingin masuk dunia militer atau kerja namun kemudian dijadikan sebagai standar tes seleksi di hampir semua bidang. Ini kemudian berkembang diseluruh dunia. Walau begitu, tes IQ sejatinya hanya mampu mengidentifikasi salah satu aspek kecerdasan saja, yaitu Logika Matematika. Dengan kata lain, kecerdasan manusia yang banyak itu belum terwakili oleh tes IQ sebenarnya. Padahal sejarah mencatat bahwa mereka yang memiliki kecerdasan luar biasa tidak hanya terpaku pada kemampuan Logika Matematika semata. Mari kita renungkan kecerdasan Ibn Abbas yang mampu mengingat banyak sekali hadist Nabi Muhammad sementara ia masih belia, atau Imam Bukhori sang pengarang kitab Shahih Bukhori dari dataran Bukhoro, dan ilmuan-ilmuan penting seperti Ibn Khaldun.
|
| Last Updated on Sunday, 27 March 2026 22:18 |