Lentera Ilmu Masyarakat Indonesia

Kaffah Media Jogja

AKUNTANSI

Bunga Rampai Auditing

Bunga Rampai Auditing

Sukrisno Agoes & Jan Hoesada
ISBN: 978-979-061-086-6
276 Halaman
Ukuran Buku: 19 x 26

Buku ini ditujukan untuk memberi wawasan yang lebih menyeluruh mengenai auditing berlandaskan pemahaman falsafah audit lintas bidang keilmuan dan masalah. Karena dikupas secara lebih luas dan konseptual, pembaca diminta merujuk buku-buku khusus sesuai judul bab untuk memperoleh pemahaman lebih dalam tentang hal-hal yang diminati. Namun, esensi dan kedalaman setiap bab telah tersusun secara optimal, sehingga inti makna setiap jenis audit dapat tersampaikan kepada sidang pembaca. Sasaran pembaca akademis adalah para pengajar di bidang manajemen, hukum, akuntansi keuangan, dan auditing. Buku ini juga dapat digunakan sebagai buku acuan untuk mahasiswa tingkat magister dan doktoral dalam bidang manajemen dan akuntansi.

Harga dan Pemesanan : Customer Service 085643153075

 

8 Langkah Pengelolaan Aset Daerah Menuju Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik

8 Langkah Pengelolaan Aset Daerah Menuju Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik

Delapan Langkah Pengelolaan Aset/Barang Milik Daerah Menuju Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik merupakan buku yang berisi delapan bab yang mencerminkan delapan langkah pengelolaan aset/barang milik daerah menuju terwujudnya pengelolaan keuangan daerah terbaik melalui perolehan opini BPK RI, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) khususnya pengecualian terhadap pengelolaan aset pada pemerintahan daerah. Buku ini hanya sebagai tawaran alternatif dalam pembuatan model dan membuka wawasan tentang pengelolaan aset/barang milik daerah untuk diaplikasikan melalui peraturan daerah atau peraturan gubernur/bupati/wali kota yang didasarkan pada PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang Perubahan atas PP Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta Permendagri Nomor 17 Tahun 2007. Buku ini dibuat sebagai bahan kajian bagi mereka yang terlibat langsung dalam pengelolaan barang/aset milik daerah atau mereka yang membantu pemerintah daerah membuat sistem dan prosedur pengelolaan barang milik daerah, karena aplikasi pengelolaan barang/ aset milik daerah tidak hanya bergantung pada kedua peraturan tersebut di atas. Akan tetapi, banyak terkait dengan peraturan lain khususnya peraturan yang menyangkut pengelolaan keuangan daerah seperti Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah maupun PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan beserta Buletin Teknisnya.

Selengkapnya...
 

Akuntansi Syariah di Indonesia

Akuntansi Syariah di Indonesia

Buku Akuntansi Syariah di Indonesia ini merupakan buku pengantar mengenai penerapan akuntansi syariah yang sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan di Indonesia. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah No. 100?106 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAK), ketentuan-ketentuan syariah yang mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), dan Fikih Sunah.
Mengingat akuntansi syariah merupakan salah satu bentuk penerapan dari syariah Islam, maka pembahasan dalam buku ini diawali dengan penjelasan tentang Islam dan syariah Islam, kemudian dilanjutkan dengan sumber hukum Islam dan sistem keuangan Islam. Setelah membicarakan \ tentang hal-hal yang mendasar, pada bab selanjutnya akan dibahas mengenai konsep dasar akuntansi Islam dan pencatatan transaksi untuk akad yang sesuai dengan syariah Islam. Pada akhir buku ini akan dibahas tentang isu-isu menarik seputar perkembangan transaksi dalam Islam.

Daftar Isi
Bab 1 Pendahuluan
Bab 2 Islam dan Syariah Islam
Bab 3 Sumber Hukum Islam

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 29 Januari 2011 09:03 ) Selengkapnya...
 

Berpikir Kritis Dalam Auditing

Berpikir Kritis Dalam Auditing

Berpikir Kritis dalam Auditing merupakan suplemen textbook Auditing. Buku ini mengisi beberapa kebutuhan dalam pendidikan dan praktik auditing, yaitu: Menekankan straight thinking in auditing yang meminjam pemikiran dan gagasan dari bidang filsafat dan disiplin ilmu lainnya, dan tidak terbatas pada auditing dan accounting. Contoh, bagaimana memetakan titik-titik krusial dan rawan dalam penugasan audit; menerapkan professional judgment; serta ber-dialogue dan berpikir kolektif dalam menata profesi akuntan publik (termasuk “Menyoal Rancangan Undang-Undang tentang Akuntan Publik”).

Membawa riset terakhir dalam bidang auditing. Dengan menghilangkan terminologi statistika dan jargon yang khas dipergunakan dalam kajian ilmiah dan disertasi doktoral, suplemen ini memungkinkan mahasiswa S1 memahami temuan-temuan penting dari penelitian tersebut. Contoh, riset di Indonesia mengenai professional skepticism dan implikasi praktisnya; meta-regression analysis mengenai variabel yang signifikan dari audit fee; serta penelitian mengenai risiko praktisi tunggal dalam bidang audit (solo auditor).

Berisi pemikiran mengenai pengelolaan praktik audit dan profesi akuntan publik yang lazimnya tidak menjadi pokok bahasan dalam buku ajar auditing. Contoh, masalah penetapan audit fee, apa dan mengapa KAP perlu melakukan culling, serta mengapa pemerintah bukan pihak yang ideal untuk menata profesi (meskipun ada yang menyukai dominasi pemerintah).

Selengkapnya...
 

FEUI Untuk Indonesia : Ide,Gagasan Hingga Praxis

FEUI Untuk Indonesia: Ide, Gagasan Hingga Praxis

isi: Sejarah FEUI dari 1950-kini, profil alumni2 FEUI yg dibagi dalam 6 kategori: akademisi, dekan, birokrat, entrepreneur, humanis~politisi, korporat

 
halaman 1 of 10