Penyakit Akibat Letusan Gunung Berapi
Letusan gunung berapi bisa mengakibatkan luka bakar, cedera karena terjatuh/terpeleset, atau penyakit infeksi dan pernapasan. Penyakit pernapasan terbagi dalam dua bentuk.
Pertama, perburukan penyakit yang sudah ada, khususnya dalam hal ini asma dan penyakit paru obstruksi kronis. Kedua, Chronic Non Spesific Respiratory Diseases (CNSRD).
Bahaya untuk pernapasan:
1. Debu
Paparan debu sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak, warga usia lanjut dan orang dengan penyakit paru kronis seperti asma. Apalagi debu gunung berapi bersifat korosif. Debu gunung berapi dapat masuk dan melukai mata. Partikel debu tersebut berisi kristalin silika, bahan yang dapat menyebabkan penyakit paru silikon.
2. Gas
Gas yang keluar dari gunung berapi adalah gas larut dalam air, karbondioksida, dan sulfur dioksida. Sulfur dioksida dapat menyebabkan gangguan pernapasan, baik pada orang sehat maupun penderita penyakit paru.
Secara umum berbagai gas yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi dalam dosis rendah dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan. Dalam dosis tinggi dapat menyebabkan sesak napas, sakit kepala, pusing serta pembengkakan atau penyempitan saluran napas.
Cara pencegahan:
- Sedikit mungkin kontak dengan debu dan gas. Batasi keluar rumah.
- Saat berada di dalam rumah, usahakan membatasi masuknya polutan dari luar.
- Pakai masker, sebaiknya jenis N95. (Sumber: Senior)