Soemientarsi Muntoro yang biasa dipanggil ibu Mien adalah pribadi yang tegas, berwibawa, penuh kasih dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sahabat dan teman-temannya. Dia adalah seorang ibu yang ulet dan kreatif serta memiliki ketahanan pribadi yang mengagumkan. Dia memiliki semangat juang yang sangat tinggi dan tak pernah kenal menyerah.
Sosok yang terlahir 27 Agustus 1947 di Mojokerto ini, adalah anak ke tiga dari sembilan bersaudara. Putri Jawa yang lahir dari seorang ayah, R.M. Slamet Sastrosuwiryo yang berkarir sebagai Jaksa dan ibu RA. Mien Sumirah Abunawas Kertosastro, tokoh pergerakan Wanita Budi Otomo, menjalankan pendidikan dari Sekolah Dasar hingga SMA di tanah kelahirannya Mojokerto . Soemientarsi menamatkan pendidikannya pada SMA Negeri I Mojokerto, jurusan IPA pada tahun 1967 dan kemudian melanjutkan studi program S1 di Jurusan ilmu politik dan memulai karir pada tahun 1986 sebagai PNS di Direktorat Sospol DKI yang sekarang bernama Badan Kesatuan Bangsa ( KESBANG). Pada tahun 1989 mendapat tugas belajar pada program S2 Kajian Strategi Ketahanan Nasional di UI dan menyelesaikannya pada tahun 1994.
Minat Soemientarsi berorganisasi dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat telah tampak sejak kecil. Pada masa kanak-kanak dia selalu sibuk mengajak teman-temannya bermain kerumahnya, dan ketika duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) bergabung dalam kegiatan Pramuka (Pandu) dan pada umur yang relatif muda itu, Soemintarsi telah dipercaya oleh sekolahnya untuk memimpin lagu Kebangsaan ( Dirijen) pada setiap upacara bendera.
Bakat seni yang mengalir dalam dirinya makin terasah ketika dia mendapat kesempatan untuk mengembangkannya. Ketika duduk dibangku SMA, Soemientarsi meraih juara pertama Seriosa dalam pertandingan antar sekolah di kota kelahirannya. Demikian pula bakatnya di bidang olah raga juga telah mengukir prestasi. Kontingen sekolahnya sering menjadi juara dalam pertandingan-pertandingan antar sekolah. Soemientarsi menjadi pemain andalan dalam regu basket dan Volly putri untuk sekolahnya.
Minatnya di bidang politik telah tumbuh sejak muda didorong oleh kesadaran bahwa perempuan perlu berpolitik. Diawali dengan aktif memimpin organisasi perempuan PKK dilingkungan tempat tinggalnya, kemudian terus merambah ke Organisasi Masyarakat ( Ormas) yaitu Himpunan Wanita Karya (HWK), Gakari, Kosgoro 1957 dan Ormas Kepemudaan AMPI dan organisasi profesi AISI. Pada era Reformasi Soemientarsi Muntoro ikut mendirikan Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) yang merupakan wadah berhimpunnya aktivis perempuan politik dari beberapa partai politik di Indonesia dengan visi terwujudnya peran politik perempuan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Ketika terjadi perubahan paradigma poltik di awal Reformasi, dimana dilakukan penataan ulang struktur partai politik yang melengkapi diri dengan organisasi-organisasi sayap, maka Soemientarsi Muntoro berada dijajaran depan mempersiapkan organisasi sayap perempuan Partai Golkar yang diberi nama KPPG ( Kesatuan Perempuan Partai Golkar) dimana dia menjadi Sekretaris Jenderal KPPG periode 2002 -2007, disamping menjabat sebagai Wakil Direktur Lembaga Pemenangan Pemilu Partai GOLKAR.
Kiprah politiknya di organisasi sayap Partai GOLKAR tidak memuaskan hasrat politiknya, karena dia merasa kiprah politik perempuan banyak yang diabaikan, maka itu dia ikut dengan Bapak Wiranto mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA). Dengan tekad untuk meningkatkan peran politik perempuan, maka dia dengan sungguh-sungguh berjuang melalui Partai HANURA yang akan memberikan perubahan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan bagi rakyat Indonesia. Soemientarsi dipercaya menjadi Ketua DPP Partai HANURA bidang Pemberdayaan Perempuan. Keberadaannya di Partai HANURA inilah yang mengantarkannya menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan JATIM VIII pada Pemilu 2009 yang lalu.
Minatnya terhadap perjuangan pemberdayaan perempuan sangat tinggi,apalagi ketika memahami bahwa Gender Development Indeks atau Indeks Pembangunan Gender, dimana negara Indonesia Indonesia pada tahun 2009 berada di posisi 90 dari 156 negara yang diindeks. Posisi ini menurun bila dibandingkan tahun 2007 dimana Indonesia berada pada posisi 80. Hal ini berarti pembangunan gender di Indonesia belumlah berhasil, perempuan Indonesia belum menikmati hak yang sama dengan laki-laki.
Menurut Soemientarsi budaya Indonesia sangat patriarkhi, oleh karena itu perlu pemberdayaan perempuan yang terstruktur dengan kelembagaan yang kuat untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender. Di bidang politik hasil yang dicapai perempuan belum seperti yang diharapkan. Betapa kecewanya Penasehat Organisasi Sayap Perempuan Hanura ini, ketika target 30 persen perwakilan perempuan di parlemen tidak berhasil dicapai pada Pemilu 2009 yang lalu. Perempuan di DPR-RI hanya 18,4% dan menurutnya,dengan menunjukkan bahwa kemampuan laki-laki dan perempuan adalah sama, maka perempuan di parlemen haruslah berusaha menggapai kekuasaan di parlemen dengan mengisi jabatan-jabatan pimpinan dalam badan-badan alat kelengkapan, seperti di komisi-komisi dan badan lainnya.
Pengalaman yang sarat dalam organisasi telah membentuk kharakter ibu dua anak ini menjadi karakter yang keras dan pantang menyerah.Semangat juang yang tinggi dan percaya diri membuat dirinya dipercaya untuk memegang berbagai jabatan baik dalam dunia politik, partai, ormas,lembaga-lembaga social dan lembaga negara. Dia pernah dipercaya untuk menjadi Ketua Fraksi Partai HANURA MPR RI.
Kiprahnya di dunia politik mendapat dukungan yang kuat dari keluarganya terutama suaminya, Ir. Muntoro Mustadjab MSc, MM. Sang suami sangat mendukung karirnya dalam politik, namun sangat menyedihkan, suami tercinta pada bulan Agustus 2008 dipanggil oleh ILLAHI ketika Soemientarsih sibuk kampanye Pemilihan Legislatif yang sangat meminta pengorbanan baik moril maupun materil. “ Saya sangat sedih, suami saya tidak sempat melihat keberhasilan saya dalam meraih kursi DPR RI “ katanya dengan sendu.
Cobaan berat untuk Ibu dari dua anak ini, Damayanti SE dan Rachmat Kresno Utomo datang silih berganti. Rasa duka yang mendalam ditinggal selama-lamanya oleh suami tercinta belum hilang, 104 hari setelah suami tercinta meninggalkannya, menyusul putra semata wayang Rachmat Kresno Utomo dipanggil pula oleh ALLAH SWT pada tanggal 24 Nopember 2008. Bumi dipijak serasa bergoyang ditinggal dua laki-laki yang sangat dikasihinya. Pengalaman ditinggal orang yang dicintai dan cobaan berat yang ia terima menjadikan Soemientarsi menjadi perempuan yang lebih tegar dan teruji.
Saat ini Soemientarsi Muntoro ditugaskan Fraksinya pada Komisi VIII DPR RI dimana sebelumnya dia berkiprah di Komisi I DPR RI. Selama di Komisi I dia mendapat banyak pengalaman terutama mengenai masalah wilayah perbatasan Indonesia yang sangat menjadi perhatiannya. Sebagai anggota Komisi VIII, Soemientarsi tampak sangat serius ketika ditanya tentang masalah kekerasan massa yang mengatasnamakan agama yang sering terjadi di negeri ini. Dia mengaku gamang melihat kondisi dan situasi kehidupan bangsa dewasa ini. Menurutnya, permasalahan bangsa ini telah demikian kompleks, dan di saat permasalahan telah demikian kompleks, pengadilan terakhir ada pada hati nurani. Bila hati nurani masih jujur, maka penyelesaian masalah akan bergerak di jalan yang lurus, tapi bila hati nurani telah mati, maka akan disetir oleh nafsu yang sangat pintar berkelit dan bersembunyi dibalik dalih-dalih.
Menurut Soemientarsi, dengan seringnya terjadi aksi kekerasan yang mengatasnama kan agama, kita tidak bisa menampikan bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia dalam ancaman bahaya. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.. Pancasila telah mengamanatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa semua warga negara harus saling menghormati antar pemeluk agama dan harus menghormati antar umat beragama. Indonesia negara pluralistik yang rawan konflik, oleh karena itu, penting menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila, di kalangan rakyat Indonesia.
Alhamdulillah, Selamat atas Websitenya yaa Bu, semoga para pejuang Perempuan dapat selalu memberi masukan, Ide ide cemerlang yang mendapatkan keberkahan. Amin. Majulah Wahai Perempuan Indonesia .
Bu Mien,.... ini websitenya pernah di buka ga ya? di upgrade ya bu ya,.. hehehee salam onde onde dari kota mojokerto
Bu Mien ................selamat yaa...........sukses selalu
selamat berjumpa lagi dari perempuan hanura banjarmasin , salam bu