PROFILE SINGKAT DRA. Hj. MIEN MUNTORO MSi

2026-05-30 Dibaca : 74

 

Soemientarsi Muntoro yang biasa dipanggil ibu Mien adalah pribadi yang tegas, berwibawa, penuh kasih dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan  sahabat dan teman-temannya.  Dia adalah seorang ibu yang ulet  dan kreatif serta  memiliki ketahanan pribadi yang mengagumkan.  Dia memiliki semangat juang yang sangat tinggi dan tak pernah kenal menyerah.

      Sosok yang terlahir 27 Agustus 1947  di Mojokerto ini, adalah anak ke tiga dari sembilan bersaudara.  Putri  Jawa yang lahir dari seorang ayah, R.M. Slamet Sastrosuwiryo  yang berkarir sebagai Jaksa dan ibu  RA. Mien Sumirah Abunawas Kertosastro, tokoh pergerakan Wanita  Budi Otomo,  menjalankan pendidikan dari Sekolah Dasar hingga SMA di tanah kelahirannya Mojokerto . Soemientarsi menamatkan pendidikannya pada  SMA Negeri I Mojokerto, jurusan IPA pada tahun 1967 dan kemudian melanjutkan  studi program S1 di Jurusan ilmu politik dan memulai karir  pada tahun 1986 sebagai PNS  di  Direktorat Sospol DKI yang sekarang bernama   Badan Kesatuan Bangsa ( KESBANG). Pada tahun 1989 mendapat tugas belajar pada program S2 Kajian  Strategi  Ketahanan Nasional di UI dan menyelesaikannya pada tahun 1994.

       Minat Soemientarsi  berorganisasi dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat   telah tampak  sejak kecil. Pada  masa kanak-kanak dia selalu sibuk  mengajak teman-temannya bermain kerumahnya, dan ketika  duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) bergabung dalam kegiatan Pramuka  (Pandu) dan pada umur yang relatif muda itu, Soemintarsi telah dipercaya oleh sekolahnya untuk memimpin lagu Kebangsaan ( Dirijen) pada setiap upacara bendera.

Bakat   seni   yang mengalir dalam dirinya makin terasah ketika dia mendapat kesempatan untuk mengembangkannya. Ketika duduk dibangku SMA, Soemientarsi   meraih juara pertama Seriosa dalam pertandingan antar sekolah  di kota kelahirannya. Demikian pula bakatnya di bidang olah raga  juga telah mengukir prestasi. Kontingen  sekolahnya sering menjadi   juara dalam pertandingan-pertandingan antar sekolah. Soemientarsi menjadi pemain andalan dalam regu basket dan Volly putri  untuk sekolahnya.

Minatnya di bidang politik telah tumbuh sejak muda didorong oleh kesadaran  bahwa perempuan perlu berpolitik. Diawali dengan aktif  memimpin organisasi perempuan  PKK dilingkungan tempat tinggalnya, kemudian terus merambah ke Organisasi Masyarakat ( Ormas) yaitu  Himpunan Wanita Karya (HWK), Gakari, Kosgoro 1957 dan Ormas Kepemudaan AMPI  dan organisasi  profesi AISI. Pada era Reformasi Soemientarsi Muntoro ikut mendirikan Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) yang merupakan wadah berhimpunnya aktivis perempuan  politik dari  beberapa  partai politik di Indonesia dengan visi terwujudnya peran politik perempuan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.     

Ketika terjadi perubahan paradigma poltik di awal Reformasi, dimana dilakukan penataan ulang struktur partai politik yang melengkapi diri dengan organisasi-organisasi sayap, maka Soemientarsi Muntoro berada dijajaran depan mempersiapkan organisasi sayap perempuan Partai Golkar yang diberi nama KPPG ( Kesatuan Perempuan Partai Golkar) dimana dia menjadi Sekretaris Jenderal KPPG periode 2002 -2007, disamping menjabat sebagai Wakil Direktur Lembaga Pemenangan Pemilu Partai GOLKAR.

Kiprah politiknya di organisasi sayap Partai GOLKAR tidak memuaskan hasrat politiknya, karena dia merasa kiprah politik perempuan  banyak  yang diabaikan, maka itu dia ikut dengan Bapak Wiranto mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA). Dengan tekad untuk meningkatkan peran politik perempuan, maka dia dengan sungguh-sungguh berjuang  melalui Partai HANURA yang akan memberikan perubahan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan  bagi rakyat Indonesia. Soemientarsi  dipercaya menjadi Ketua DPP Partai HANURA bidang Pemberdayaan Perempuan. Keberadaannya di Partai HANURA inilah yang mengantarkannya menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan JATIM VIII pada Pemilu 2009 yang lalu.

Minatnya terhadap  perjuangan pemberdayaan perempuan sangat tinggi,apalagi ketika memahami bahwa Gender Development Indeks atau Indeks Pembangunan Gender, dimana negara Indonesia Indonesia pada tahun 2009 berada di posisi 90 dari 156 negara yang diindeks. Posisi ini  menurun bila  dibandingkan tahun 2007 dimana Indonesia berada pada posisi 80. Hal ini berarti pembangunan gender di Indonesia belumlah berhasil, perempuan Indonesia belum menikmati hak yang sama dengan laki-laki.

Menurut Soemientarsi budaya Indonesia sangat patriarkhi, oleh karena itu perlu pemberdayaan perempuan yang terstruktur dengan  kelembagaan yang kuat  untuk mencapai  kesetaraan dan keadilan gender. Di bidang politik  hasil yang dicapai  perempuan  belum seperti yang diharapkan. Betapa kecewanya Penasehat Organisasi Sayap Perempuan Hanura ini, ketika  target 30 persen perwakilan perempuan di parlemen tidak berhasil dicapai pada Pemilu 2009 yang lalu. Perempuan di DPR-RI hanya 18,4% dan menurutnya,dengan menunjukkan bahwa kemampuan laki-laki dan perempuan adalah sama, maka perempuan di parlemen haruslah berusaha  menggapai kekuasaan di parlemen dengan mengisi jabatan-jabatan pimpinan dalam badan-badan  alat kelengkapan, seperti di komisi-komisi dan badan lainnya.

      Pengalaman yang sarat dalam organisasi telah membentuk kharakter ibu dua anak ini menjadi karakter yang keras dan pantang menyerah.Semangat juang yang tinggi dan percaya diri membuat dirinya dipercaya untuk memegang berbagai jabatan baik dalam dunia politik, partai, ormas,lembaga-lembaga social dan lembaga negara. Dia pernah dipercaya  untuk menjadi Ketua Fraksi Partai HANURA MPR RI.

Kiprahnya di dunia politik mendapat dukungan yang kuat dari keluarganya terutama suaminya, Ir. Muntoro Mustadjab MSc, MM. Sang suami    sangat mendukung karirnya dalam politik, namun sangat menyedihkan, suami tercinta pada bulan Agustus 2008  dipanggil oleh ILLAHI  ketika Soemientarsih sibuk kampanye Pemilihan Legislatif yang sangat meminta pengorbanan baik moril maupun materil.  “ Saya sangat sedih, suami saya tidak sempat melihat keberhasilan saya dalam meraih kursi DPR RI “   katanya dengan sendu.

Cobaan berat untuk Ibu dari dua anak ini,   Damayanti SE dan Rachmat  Kresno Utomo datang silih berganti.  Rasa duka yang mendalam ditinggal selama-lamanya oleh  suami tercinta belum hilang, 104 hari setelah suami tercinta meninggalkannya, menyusul putra semata wayang Rachmat  Kresno Utomo dipanggil pula oleh ALLAH SWT pada tanggal  24 Nopember 2008. Bumi dipijak serasa bergoyang ditinggal dua laki-laki yang sangat dikasihinya. Pengalaman ditinggal orang yang dicintai dan cobaan berat yang ia terima menjadikan Soemientarsi menjadi  perempuan yang lebih tegar dan teruji.  

Saat ini Soemientarsi Muntoro ditugaskan Fraksinya pada Komisi VIII DPR RI dimana sebelumnya dia berkiprah di Komisi I DPR RI. Selama di Komisi I dia mendapat banyak pengalaman terutama mengenai masalah wilayah perbatasan Indonesia yang sangat menjadi perhatiannya. Sebagai anggota Komisi VIII, Soemientarsi tampak sangat serius ketika ditanya tentang masalah kekerasan massa yang mengatasnamakan agama yang sering terjadi di negeri ini. Dia mengaku gamang   melihat kondisi dan situasi kehidupan bangsa dewasa ini. Menurutnya, permasalahan bangsa ini telah demikian kompleks, dan di saat permasalahan  telah demikian kompleks, pengadilan terakhir ada pada hati nurani.     Bila hati nurani  masih jujur, maka penyelesaian masalah akan bergerak di jalan yang lurus, tapi bila hati nurani telah mati, maka akan disetir oleh  nafsu yang sangat pintar berkelit dan bersembunyi dibalik dalih-dalih.

Menurut Soemientarsi, dengan  seringnya terjadi aksi kekerasan yang mengatasnama kan agama, kita tidak bisa  menampikan  bahwa kerukunan  umat beragama di Indonesia dalam ancaman bahaya. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.. Pancasila  telah mengamanatkan  kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa semua warga negara harus saling menghormati  antar pemeluk agama dan harus menghormati antar umat beragama.  Indonesia negara pluralistik yang  rawan konflik, oleh karena itu, penting menanamkan kembali  nilai-nilai Pancasila, di kalangan rakyat Indonesia.

sdj

Alhamdulillah, Selamat atas Websitenya yaa Bu,  semoga para pejuang Perempuan  dapat  selalu memberi masukan, Ide ide cemerlang yang mendapatkan keberkahan. Amin. Majulah  Wahai Perempuan Indonesia .


Bu Mien,.... ini websitenya pernah di buka ga ya? di upgrade ya bu ya,.. hehehee salam onde onde dari kota mojokerto


Bu Mien ................selamat yaa...........sukses selalu

HJ.SUSILADEWI

selamat berjumpa lagi dari perempuan hanura banjarmasin , salam bu

Nama :
Email / Website :
Komentar