Dra. Hj. Soemientarsih Muntoro MSi
Sumpah Pemuda: Satu Nusa , Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia, masih relevan untuk digelorakan dalam ruang publik. Momentum Hari Sumpah Pemuda ini dapat digunakan untuk memperbaharui dan memperkuat komitmen kebangsaan kiat. Dan yang tidak kalah pentingnya momentum ini harus pula digunakan untuk memfungsikan lembaga legislative sesuai dengan tugas dan kewajiban nya untuk menyusun produk undang-undang sesuai amanat rakyat dan mengfungsikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemuda adalah gerbang perubahan karena itu kalangan Pemuda haruslah memiliki semangat optimisme dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Pemuda tidak boleh tenggelam dalam ideliasme musiman, yang hanya garang ketika berada di luar sistem kekuasaan, tetapi akan diam melempam bila telah masuk dalam sistem kekuasaan.
Masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terletak di tangan para pemuda. Menyimak kajian demografi atau kajian kependudukan secara global, ,tersebut bahwa negara negara seperti Jepang, China dan beberapa negara lain akan diisi oleh penduduk manula (manusia lanjut usia ) pada tahun tahun mendatang,yaitu pada tahun 2020. Sementara penduduk Indonesia banyak yang muda-muda, berumur sekitar tiga puluhan. Ini suatu kekuatan yang bisa memposisikan negara Indonesia sebagai kekuatan dunia. Namun mensyaratkan pentingnya kesadaran, pembinaan dan memelihara semangat empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 45, NKRI dan Binneka Tunggal ika.