Abdullah ibn Umar (1) : Sahabat Rasul, Sahabat Malam
Perang Khandak berkecamuk. Beredar kabar, siapa saja lelaki berusia 15 tahun ke atas berhak ikut berjihad. Mendengar itu seorang pemuda berseri-seri. Usianya saat itu masuk 15 tahun. Ia segera mendaftarkan diri. Itulah idamannya selama ini: berjihad bersama Rasulullah. Keikutsertaannya dalam berbagai medan jihad tak pernah lepas dalam sejarah ... [selengkapnya]
Belajar dari Siti Hajar, Ibunda Nabi Isma’il AS
Kalimat tawakkal (dalam berbagai bentuknya) beberapa kali disebut dalam al-Qur'an. Dan menariknya lagi, kata ini selalu dipakai dalam pernyataan yang indah. Maksud indah disini adalah ungkapan yang tidak berkaitan dengan ancaman-ancaman Allah Subhanahu wa ta'ala. Jadi kalau tawakkal disebut maka disana disebut juga masalah rizki yang ... [selengkapnya]
Uqbah bin Amir Al-Juhani (2): Ilmu dan Jihad adalah Jalanku
Uqbah bin Amir Al-Juhani memusatkan perhatiannya kepada dua bidang, yaitu ilmu dan jihad. Ia tekuni kedua bidang itu dengan seluruh jiwa raganya. Bahkan ia tak segan-segan mengorbankan apa saja yang dimilikinya hanya untuk memperoleh keduanya.Bidang ilmu ia reguk langsung dari Rasulullah Saw. Uqbah berhasil menjadi ahli Al-Qur`an, ahli hadits, ... [selengkapnya]
Uqbah bin Amir Al-Juhani(1): Tinggalkan Harta, Dampingi Rasulullah
Akhirnya Rasulullah Saw. tiba di pinggir kota Madinah setelah menempuh perjalanan melelahkan bersama Abu Bakar. Hijrah meninggalkan kota kelahirannya, Mekkah. Penduduk Madinah berdesak-desakan di jalan-jalan dan di loteng-loteng rumah menyambut kedatangan Rasul yang dicintai. Mereka mengucapkan takbir dan tahlil sebagai ungkapan gembira bertemu ... [selengkapnya]
Tariq bin Ziyad (2) Pahlawan Lidah Api
Tanggal 19 Juli tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu, keduanya berperang di dekat muara sungai Barbate. Pada pertempuran ini, Tariq dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hingga Raja Roderick tenggelam di sungai itu. Kemenangan Tariq yang luar biasa ini, menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itu mereka ... [selengkapnya]
Tariq bin Ziyad (1) Mengukir Karang dengan Namanya
Mendung hitam menggelayut di atas bumi Spanyol. Eropa sedang dikangkangi oleh penjajah, Raja Gotik yang kejam. Wanita merasa terancam kesuciannya, petani dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Raja dan anteknya bersukaria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam kesengsaraan. Sebagian ... [selengkapnya]
Shalahuddin Al Ayyubi (4) Titik Arus Balik
Setelah empat puluh hari berlalu, Shalahuddin kemudian mengumumkan dan meminta kota suci Baitul Maqdis diserahkan. Dengan mematuhi adab-adab berperang dalam Islam, Shalahuddin berjanji tidak akan berlaku kasar apalagi melukai. Ia tidak akan berbuat sama dengan yang dilakukan Godfrey dan orang-orangnya pada tahun 1909. Shalahuddin berjanji tidak ... [selengkapnya]
Shalahuddin Al Ayyubi (3): Menggenggam Kemenangan
Ekspedisi penyerangan pertama Shalahuddin, sebenarnya tak gagal total seperti yang banyak dituliskan dalam sejarah. Kegagalan itu lebih sebagai, test case, uji kekuatan. Sejauh mana power lawan.Perjanjian damai yang dilanggar oleh pasukan salib seakan-akan memberi izin pada Shalahuddin untuk melakukan penyerangan yang kedua kali. Peristiwa ... [selengkapnya]