Untold History of Pangeran Diponegoro (17)
Ki Singalodra terdiam sejenak. Kemudian dia menjawab, “Mereka telah membunuh anak dan isteriku, Kanjeng Pangeran...” Diponegoro menganggukkan kepalanya, “Ya, soal itu saya sudah mendengarnya. Itu saja?” “Ya, Kanjeng ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (16)
Residen Yogyakarta ini kemudian berteriak agar prajurit jaga memanggil Patih Danuredjo, “Panggil itu patih ke sini menghadapku!” Suryo Widhuro, sang prajurit penjaga kamar kepatihan, segera menghadap, “Inggih, Tuan Residen.” Tak lama kemudian, ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (15)
Bab 8 Kantor Residen Surakarta, 19 Juli 1825 DENGAN WAJAH YANG SANGAT SERIUS, Residen Surakarta Mac Gillavry terlihat marah-marah sendiri di kantornya. Sekretarisnya hanya berdiam diri mendengar atasannya mengomel tak menentu. Sebabnya, tak lain dan tak bukan, karena surat peringatan akan bahaya Diponegoro yang ditulisnya—yang ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (14)
Diponegoro kemudian berdiri dan berjalan ke bilik kecil yang terdapat di samping masjid. Di ruangan sempit itu hanya ada sebuah ranjang kecil sederhana, sebuah meja kayu kecil, dan bangku kayu yang sudah sedikit bergoyang jika diduduki. Di atas meja itulah Pangeran Diponegoro menulis surat protes kepada Residen Yogyakarta A.H. Smissaert, yang ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (13)
Bab 6 TIDAK SAMPAI SATU JAM KEMUDIAN masjid dan Paseban[1] Puri Tegalredjo telah dipenuhi para sesepuh dan senopati pasukan pengikut Diponegoro. Sejumlah laskar juga sudah berdatangan. Semuanya kebanyakan berjubah putih. Mereka menutupi kepalanya dengan sorban yang juga berwarna putih, juga warna lainnya. Di dalam masjid, Pangeran Diponegoro ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (12)
Para jamaah menganggukkan kepalanya. “Nah...,” lanjut Diponegoro, “...bagaimana dengan kita sekarang? Apa yang harus kita lakukan sekarang ini? Jawabannya adalah: Pertama, kita harus paham terhadap Islam yang benar, yang haq, yang sesuai dengan al-Qur’an dan hadits yang shahih, bukan ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (11)
“Pasti, Tuan. Semuanya sudah saya siapkan, termasuk Sari.” “Bagus, bagus. Tolong untuk perempuan itu kowe jangan suruh menari lama-lama. Nanti dia kecapekan. Aku tidak mau kalau dia nanti cepat capek. Untukmu sendiri pasti sudah juga kan?” ... [selengkapnya]
Untold History of Pangeran Diponegoro (10)
Bab 4 Pertengahan Juli 1825 MALAM TELAH TURUN MENYELIMUTI LANGIT Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di aula kraton, musik Ratu Wilhelmina terdengar mendayu-dayu dari piringan hitam yang diputar. Gelak tawa para pembesar Belanda dan para pejabat kraton yang tengah dimabuk whisky dan Brandy dalam pesta jamuan makan malam yang mewah ... [selengkapnya]