Nasional
Aneh, Meski di Bawah Pendudukan Israel Viva Palestina Indonesia Minta Umat Islam Kunjungi Al-Aqsha
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
Umat Islam di dunia diimbau untuk berziarah ke masjid Al Aqsha
di Yurusalem yang masuk wilayah Israel. Kunjungan ini dimaksudkan agar
umat Islam bisa mengingat peradaban Islam berupa Masjid Al Aqsha.
"Kunjungan
ke Al Aqsha penting, untuk menunjukan eksistensi umat Islam, atas
Masjid Alqsa yang bersejarah dalam peradaban Islam dan Palestina secara
universal," ujar Wakil Koordinator Viva Palestina Indonesia, Taufik
Kadafik Namakule dalam keterangan persnya kepada INILAH.COM, Kamis
(21/6/2026).
Menurutnya, saat ini banyak pihak khususnya dari
kalangan ulama menilai kunjungan ke Al Aqsha yang berada di Yerusalem
sama dengan mengakui pendudukan Israel atas kawasan tersebut. Hal ini
menuai kontroversi bagi umat Islam, namun sebenarnya maksud dan tujuannya tidak seperti itu.
"Mengunjungi Al Aqsha, bukan berarti mengakui keberadaan Israel. Justru Israel selamanya tidak akan diakui," tegas.
Taufik menegaskan, mengunjungi Al Aqsha bukan berarti mengakui pendudukan negeri Yahudi itu atas Yerusalem. Itu adalah dua hal yang berbeda, dan tidak bisa disimpulkan demikian.
Lebih lanjut, dia menambahkan, ada beberapa manfaat kunjungan umat Islam ke Al Aqsha di anatarnya. Manfaat pertama yakni untuk menegaskan kepada Israel bahwa Al Aqsha adalah milik umat Islam, bukan negara zionis itu.
"Kedua,
karena Al Aqsha adalah milik umat Islam, dan merupakan masjid
bersejarah dalam peradaban Islam, maka patut dikunjungi. Nama Masjid Al
Aqsha, terdapat dalam Al Quran surah Al-Isra ayat 1," paparnya.
Selain
itu, kunjungan umat Islam ke Al Aqsha sekaligus bisa dimaknai sebagai
bentuk dukungan kepada Palestina untuk mengusir kembali Israel dari
negeri mereka. Manfaat lain mengunjungi Al Aqsha yang berada di
Yerusalem Timur itu agar Umat Islam dapat mengetahui perkembangan
pemukiman Yahudi yang merampas tanah-tanah milik warga Palestina.
Taufik
melanjutkan, dengan mengunjungi Al Aqsha dapat menunjang pertumbahan
ekonomi Negara Palestina, seperti contohnya, dengan kunjungan tersebut,
umat Islam dapat membelanjakan uang kita di Palestina.
“Kami
serukan umat Islam di dunia untuk mengunjungi Al Aqsha, sebagai bentuk
dukungan kepada Palestina sebagaimana alasan kami tersebut. Tidak
mengunjungi Al Aqsha atau melarang umat melakukan perjalanan ke Al Aqsha
sama saja dengan menjauhkan diri kita dari saudara-saudara kita di
Palestina. Sama saja dengan membiarkan Negara Yahudi itu menegaskan
hegemoninya untuk Al Aqsha. Padahal Al Aqsha itu milik umat Islam,”
ungkapnya.
Sebelumnya sudah banyak ulama-ulama kelas dunia yang mengharamkan umat Islam mengunjungi masjid Al-Aqsha di Yerusalem jika masih di bawah pendudukan Israel, karena hal itu sama saja mengakui eksistensi Israel menjajah Palestina. Sbagai umat Islam, tentu kita seharusnya lebih mendukung pernyataan jumhur ulama dalam hal ini.(fq/inilah)
- Umar Patek Divonis Penjara 20 Tahun
- Observatorium: Hampir 120 Tewas dalam Kekerasan di Suriah Kamis Kemarin
- Kini, Bukan Zaman Abrahah
- Yordania Berikan Suaka Politik untuk Pilot Pesawat Tempur Suriah yang Membelot
- Untold History of Pangeran Diponegoro (17)