Nasional

Din Syamsuddin: Kampanye Kondom Legalkan Maksiat

Editor | Jumat, 22 Juni 2012 - 08:47:18 WIB | dibaca: 907 pembaca

Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Kampanye penggunaan kondom yang digaungkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi terus mendapat penolakan. Kali ini penolakan datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

"Dengan alasan apapun tidak dibenarkan, karena itu melegalkan segala bentuk kemaksiatan," kata Din Syamsuddin di sela pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Kamis 21 Juni 2012.

Din sangat menyayangkan kegiatan kampanye penggunaan kondom yang sedang digencarkan Menteri Kesehatan. Dia menilai pemerintah salah mengambil jalan itu. Karena dengan kampanye itu artinya membuka kegiatan seks bebas dan prostitusi dalam bentuk apapun.

"Harusnya negara menyadari, pendidikan yang ada di negara ini diraih dengan susah payah. Jangan dirusak hanya dengan berdalih menekan angka kehamilan," ujar Din.

Program kampanye kondom yang digaungkan Menteri Kesehatan Nafsiah mengundang kritik. Nafsiah sendiri membantah kondom-kondom itu akan dibagikan kepada anak-anak muda atau murid sekolah. Menurut Nafsiah, program ini diprioritaskan untuk hubungan seks yang berisiko.

"Seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang berakibat penularan penyakit kelamin termasuk HIV, AIDS, sifilis dan sebagainya, maupun berisiko kehamilan yang tidak dikehendaki," kata menteri yang juga mantan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS ini.(fq/viva)










Komentar Via Website : 2
Effendi
22 Juni 2012 - 09:21:05 WIB
Masya Alloh mau jd apa negara ini. Mslh kondom itu adlh urusan pribadi pasangan yg sdh nikah. Klo utk mencegah kehamilan, mencegah penyebaran aid/hiv, mencegah aborsi, hub.s** berisiko dll.. dari pasangan di luar nikah bukannya dg kampanye penggunaan kondom itu namanya pelegalan tindakan amoral/tindakan maksiat. Klo sdh nikah dg benar insya Alloh ga usah pk kondom aman.
firdaus
22 Juni 2012 - 10:43:00 WIB
mungkin menteri maksiat itu punya perusahaan kondom maka dia bikin kebijakan maksiat kaya gitu ... dasar menteri2 sby para begundalnya liberal sekuler kapitalis ....
Awal Kembali 1 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)